Kamis, 27 April 2017

kesenangan yang menipu

Kesenangan Yang Menipu


0
  KIBLAT.NET – Saudaraku, jika kita baca berita di media massa, semakin hari semakin terkuak bahwa maraknya tingkat kejahatan dilakukan karena motif keinginan untuk mendapatkan kesenangan dunia. Mulai dari bisnis prostitusi yang disinyalir melibatkan banyak artis, atau kasus korupsi yang dilakukan oleh para pejabat, yang sampai merugikan negara mencapai trilyunan rupiah. Ditambah berita baru lagi, pembunuhan anak yang bernama Engelina dilakukan oleh orang tua angkatnya karena dugaan motif menginginkan harta warisan.
Standar kesuksesan hidup mereka adalah berlimpahnya materi seperti rumah yang bagus, mobil yang mewah, dan asesoris yang serba mahal. Padahal Allah SWT sudah menegaskan bahwa kesuksesan seseorang jika di akherat nanti terhindar dari api neraka dan masuk ke dalam surga-Nya.
Alllah telah mengingatkan dalam firman-Nya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Ali Imran: 185).
Saudaraku tercinta, Anda mungkin telah mengetahui bahwa dunia ini kenikmatannya hanyalah cobaan. Hidup di dalamnya penuh dengan dengan kesengsaraan. Orang-orangnya selalu dirundung kecemasan dan ketakutan. Takut akan nikmat yang bakal lenyap. Cemas terhadap musibah yang selalu datang dengan tiba-tiba, atau takut akan kematian yang tak terduga. Hidup di dunia selama apa pun, tetaplah sangat pendek dalam pandangan Allah SWT. Dan setiap orang dari kita pasti akan bertemu dengan Allah. Ini adalah sebuah janji yang tak bisa dipungkiri.
Jika kita melihat malam, selama apapun kegelapan, sebenarnya lagi pasti datang fajar menyingsing. Demikian juga hidup seseorang. Selama apapun hidup di dunia, lambat laun ia pasti bakal masuk ke dalam kuburan.
Allah swt telah menyingkap tabir dunia yang seperti fatamorgana ini.
dunia fana
Hakikat Kehidupan Dunia
Hakikat hidup di dunia telah dijelaskan oleh Allah swt dalam firman-Nya, “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS Al-Hadid: 20)
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan. Melalaikan dari apa? Dari tujuan hidup yang sesungguhnya, dari tugas hidup yang sesungguhnya yaitu mengabdi kepada Allah swt. Manusia telah bersibuk dan terjebak dengan permainan yang melalaikan sehingga seluruh detik-detik hari dan nafasnya dipergunakan hanya untuk mengejar permainan ini, sehingga mereka melupakan tujuan hidup yang sesungguhnya.
Allah SWT juga berfirman, “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (QS At-Takatsur: 1-2)
Kehidupan ini hanyalah permainan dan senda gurau, seperti anak kecil yang sedang berlomba membangun rumah-rumahan dari pasir di pantai. Ia membangun rumah-rumahan dari pasir di pantai. Ia membangun dengan serius. Ia hiasi rumah pasir itu dengan seindah-indahnya, tetapi setelah jadi, air pasang menyapunya.
Manusia layaknya anak kecil yang suka dengan barang mainan. Waktunya setiap saat habis untuk bermain-main saja. Setiap hari mereka berlomba membangun bangunan megah tinggi menjulang mencakar langit, juga rumah-rumah mewah, mobil, motor, ponsel. Manusia hampir-hampir mengusai semuanya. Tetapi sayang, semua itu hanya permainan yang kemudian hancur di sapu ombak atau disapu angin kencang, lalu hancur. Itulah kehidupan dunia.
“Perumpamaan kehidupan dunia ini laksana air yang Kami turunkan dari langit, lalu dengan air itu Allah menumbuhkan tumbuh-tumbuhan di bumi dengan subur. Tumbuh-tumbuhan itu menjadi makanan manusia dan ternak. Ketika bumi menjadi subur dan tampak indah, penanamnya mengira bahwa mereka itu mampu menguasai hasil panennya. Akan tetapi tiba-tiba pada malam harinya atau siang harinya datang adzab Kami. Kami jadikan tumbuh-tumbuhan itu musnah karena bencana. Tumbuh-tumbuhan itu seolah-olah tidak pernah ada sebelumnya. Demikianlah Kami jelaskan bukti-bukti kekuasaan Kami dengan rinci dalam Al-Qur’an kepada kaum yang mau berpikir.” (Yunus 24)
Ibnu Hajar mengatakan, “Perumpamaan kehidupan dunia adalah seperti manusia yang dilahirkan lalu tumbuh besar dan kuat. Kemudian ia berusaha mencari harta, keturunan, kedudukan dan jabatan. Setelah itu kekuatannya menurun, bertambah tua dan beruban. Tubuhnya terkena penyakit mematikan. Harta dan kehormatannya berkurang. Lantas ia mati. Tamatlah riwayatnya. Kepemilikkan hartanya dialihkan pada orang lain. Jasadnya berubah bentuk. Siklus manusia ini seperti bumi yang disiram hujan. Maka tumbuhlah rerumputan dan tanaman yang mengagumkan dan indah. Kemudian kering dan menguning, selanjutnya rusak, hancur dan akhirnya musnah.”
Wahai Muhammad, terangkan kepada orang-orang kafir perumpamaan kehidupan dunia yaitu laksana air yang Kami turunkan dari langit, lalu dengan air itu itu tumbuh-tumbuhan di atas buki menjadi subur, kemudian tumbuh-tumbuh-tumbuhan berubah menjadi kering karena hembusan angin. Allah adalah Tuhan yang berkuasa menetapkan kadar ukuran segala sesuatu. Harta dan anak hanyalah perhiasan kehidupan dunia. Melakukan amal shaleh akan mendapatkan pahala yang besar disisi Tuhanmu dan lebih dapat diharapkan kebaikannya. (Al Kahfi 45-46)
Mencari dunia secukupnya akan bermanfaat, jika berlebihan akan berbahaya. Keinginan kuat dibarengi kerja keras meraih dunia pada akhirnya pasti dunia yang diperoleh akan sirna.
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (Al-Ankabuut: 64)
Maksudnya, akhirat adalah tempat kehidupan abadi yang tidak akan pernah musnah dan tidak berkurang sedikitpun. Kehidupan dunia hanyalah fatamorgana, kesenangan yang menipu, permainan dan gurauan yang melalaikan.
Secara umum manusia hanya memandang dunia dari sisi lahiriyah saja, sesuatu yang menarik, sesuatu yang indah, sesuatu yang dapat mengangkat derajat pemiliknya. Manusia hanya mengetahui lahiriyah saja, tidak memahami hakikatnya. Karena pengetahuannya yang terbatas inilah akhirnya manusia tertipu. Dunia menjadi tujuan hidup bukan sarana hidup.
“Orang-orang kafir, hanya dapat mengerti kehidupan dunia yang tampak (fisik). Mereka selalu mengabaikan adanya hari akhirat.” (Ar Ruum :7)
cintaislam
Mereka seluruh hidupnya diperuntukkan untuk mengejar kemewahan dunia itu akhirnya menelan kekecewaan, hartanya tidak dapat memberikan manfaat sedikitpun, bahkan mencelakakannya.
Wahai manusia, sesungguhnya janji Allah itu pasti benar. Karena itu, kalian jangan terperdaya oleh kesenangan hidup di dunia. Kalian juga jangan terperdaya oleh tipuan apa pun sehingga melupakan kalian untuk taat kepada Allah (Faathir: 5)
Bila manusia telah dikuasai oleh cinta dunia, ia akan menyibukkan diri dengan dunia dan melupakan akhirat. Dia hanya bekerja untuk dunia dan lupa beramal untuk akhirat. Allah swt berfirman, “Wahai kaum mukmin, mengapa kalian merasa sangat keberatan ketika diperintahkan kepada kalian, “Pergilah berjihad untuk membela Islam? Apakah kalian lebih mencintai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat? Padahal kesenangan dunia hanyalah sangat sedikit jika dibandingkan dengan kesenangan dunia daripada akhirat.” (At-Taubah : 38)
“Sungguh orang-orang yang tiada mengharapkan pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia semata, merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami. Bagi mereka itu tempat tinggalnya dineraka. Neraka adalah tempat tinggal bagi orang-orang yang berbuat dosa.” (Yunus: 7-8)
Kecenderungan alamiah bagi manusia untuk mencintai harta, tergila-gila dunia dan berusaha meraihnya. Sehingga ia sangat peduli dan segera mengejar dunia tanpa orientasi yang jelas. Dan akhirat pun terlupakan.
“Pada hati manusia ditanamkan rasa cinta kepada kelezatan, berupa cinta kepada perempuan, anak-anak, emas dan perak yang berkuintal-kuintal, kuda yang dijadikan tunggangan, hewan ternah dan sawah ladang. Semuanya itu hanyalah kesenangan hidup sementara di dunia. Padahal tempat tinggal yang terbaik bagi manusia hanyalah disisi Allah. Wahai Muhammad, katakanlah, “Wahai manusia, maukah kalian aku beritahukan adanya hal yang lebih baik daripada semua kesenangan dunia ini? Bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah dan bertauhid, mereka akan mendapatkan surga di sisi Tuhannya. Dibawah surga itu mengalir sungai-sungai. Penguni surga kekal di dalamnya dan mendapatkan istri-istri yang suci serta keridhaan dari Allah. Allah Maha Mengetahui semua perbuatan hamba-Nya.” (Ali-Imran: 14-15).

Penulis: Abu Azzam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar